Sunday, December 23, 2012

Apakah busi mobil bisa dipakai untuk motor?

Jarang terjadi tapi kemungkinan selalu ada, ketika anda dalam perjalanan mudik dan kebetulan melalui jalan yang agak terpencil si kuda pacu roda dua anda ngadat karena busi. Tanya kiri kanan rupanya bengkel motor jauh yang terdekat hanya bengkel mobil. Dalam keadaan demikian tentu yang anda pikirkan hanyalah bagaimana caranya supaya si motor dapat berjalan kembali.
 
Setelah mengetahui bahwa sumber macetnya sepeda motor anda adalah busi maka pertanyaannya adalah apakah busi mobil bisa dipakai untuk sepeda motor? jawabannya bisa!. Tapi dengan syarat panjang derat busi harus sama. Pada dasarnya semua busi adalah sama karena fungsinya adalah untuk meletikkan api di ruang bakar. Busi mobil bisa dipakai di motor begitu juga sebaliknya.

Misalnya, busi Daihatsu Xenia atau Toyota Avanza bisa diaplikasi di honda Tiger. Usia pakai busi mobil sebenarnya lebih panjang daripada busi motor, lho. Karena perhitungannya, putaran mesin atau rpm mobil, cenderung lebih rendah ketimbang motor..


Putaran mesin mobil umumnya tak lebih dari 6.000 rpm. Jadi, jika tertulis pemakaian busi mobil bisa mencapai jarak tempuh 60.000 km, maka ketika diaplikasi di motor hanya sanggup untuk setengah dari jarak itu. Yaitu berkisar hingga 35.000 – 40.000 km. Karena rpm motor bisa mencapai 10.000 - 11.500 rpm.

Sedangkan untuk keausan busi dapat dilihat dengan semakin tumpulnya elektroda positif. Elektroda positif menjadi tumpul karena proses loncatan api yang semakin jauh, membutuhkan voltase besar.

Selamat mencoba, semoga sukses (sumber:otomotifnet)

Tuesday, December 18, 2012

Tips Cara Memilih Air Radiator Coolant Yang Benar


Dengan menggunakan cairan radiator coolant bisa bikin mesin lebih adem. Akan tetapi, beberapa kejadian malah sebaliknya, mesin malah overheat setelah ganti radiator coolant. Harus hati-hati, karena karat dan kotoran di blok mesin bisa terangkat dan menyumbat radiator.


Nah, mau tahu caranya agar radiator anda tidak tersumbat?


Sebenarnya tidak haram kalau mau pakai radiator coolant. Mobil baru bisa tahan sampai lima tahun dengan cairan pendingin bawaan pabrik. Apakah mobil tua juga diperbolehkan pakai radiator coolant? Yang penting kondisi saluran pendingin pada mobil tersebut harus bersih. 


Apapun jenisnya, cairan coolant punya kecenderungan mengangkat kotoran dan karat dari tempat penumpukannya. Kalau mobil lama yang sebelumnya pakai air biasa, setelah pakai coolant biasanya saluran pendingin justru tersumbat. Ya karena kotorannya menyumbat pipa kapiler pada radiator atau water jacket.

Nah, kalau Anda saat ini masih pakai air biasa dan ingin ganti pakai coolant, pastikan sistem pendingin mobil dalam kondisi ideal. Indikatornya, adalah cairan pendingin. Paling gampang, lihat isi radiator dan tabung reservoirnya. Kalau cairannya bening, berarti masih aman buat dituang coolant. Tetapi kalau sudah ada kecenderungan warna cokelat, sebaiknya dilakukan treatment dulu. Seperti servis radiator untuk menghilangkan penumpukan kerak di pipa kapiler dan cover atas bawahnya.

Kalaupun yakin radiator masih bagus (jajaran pipa tampak bersih saat diintip dari tutup radiator), sebaiknya sistem pendingin dikuras total. Sekadar mengingatkan, pengurasan dilakukan dengan mencopot slang radiator bagian atas.

Jika sedang servis radiator, menurut Anwar, slang bawah dikucurkan air langsung keran. “Terpenting, copot dulu thermostatnya. Hal ini mencegah adanya penumpukan kotoran di thermostat. Selain itu supaya saluran airnya tidak terhalang karena thermostat sifatnya menutup jika suhunya dingin.”

Trik ini dianggap ampuh membilas kotoran di dalam mesin. Pembilasan dianggap bersih jika air yang keluar dari slang atas benar-benar bening seperti air yang dimasukkan dari slang bawah. Itu pertanda jika kotoran benar-benar terbilas habis.

Setelah perlakuan ini, radiator baru bersih dan siap dituang coolant. Mengenai jenis coolant yang kian beragam, kita harus lebih bijak memilih. “Memang banyak, kalau bisa cari yang punya PH netral”. Tetapi kita kesulitan untuk mengecek PH karena harus menggunakan PH meter. Tapi mungkin bisa dilihat dari harga. Yang bagus memang agak mahal karena proses penyulingan air yang dipakai bagus.

(sumber : kaskus)



Wednesday, December 12, 2012

Cara memperbaiki rem cakram dan tromol


Berkendaraan dengan tenang dan nyaman adalah keinginan setiap orang, namun kadang kala kita sedikit lalai dalam melakukan pengecekan rutin terhadap bagian yang cukup penting pada kendaraan yaitu rem. Banyak kejadian yang sangat tidak diinginkan terjadi karena permasalahan pada sistem pengereman. 
Salah satu kendala saat berkendara yang terkadang muncul tiba-tiba salah satunya adalah rem macet atau blong. Tentu saja hal ini sangat membahayakan, karena mobil kita tak bisa dikontrol saat berada dalam kondisi di jalanan berpotensi menimbulkan tabrakan.

Namun demikian, jika saja seandainya hal ini terjadi, maka para pengemudi sebaiknya tak perlu merasa panik. Stay calm alias tetap tenang, perhatikan kondisi jalan dan kurangi kecepatan, dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4, 4-3, 3-2, 2-1). Kemudian segera nyalakan lampu hazard atau lampu sein kiri dan segera mencari tempat yang paling aman untuk berhenti, sambil lakukan pengereman dengan menggunakan rem tangan. Lantas apa sebenarnya yang terjadi dengan ban mobil kita saat rem mendadak macet atau blong?

Cara Memperbaiki Rem Mobil
  • Rem Cakram
Rem cakram terdiri dari piringan cakram baja terbuka dan unit kampas untuk menjepit cakram, sehingga putaran roda berhenti. Sistem pengeremannya menggunakan sistem hidrolik/minyak. Rem cakram memiliki keunggulan pada sistem pengereman yang lebih pakem dibandingkan model tromol. Akan tetapi banyak juga kendala-kendala yang sering terjadi pada sistem pengereman hidrolik, salah satunya yang disebabkan masuk angin (angin masuk ke dalam selang). 

Beberapa kasus rem macet atau blong yang terjadi pada rem cakram:

1. Rem yang macet saat berputar disebabkan karena posisi pad/kampas rem yang tidak rata menyentuh piringan / miring. Untuk rem yang nyeplos atau tidak berfungsi ini bisa disebabkan karena terjadi kebocoran pada selang penghantar minyak dari master rem ke kaliper (tempat kapas rem) untuk mengatasinya bisa mengganti selang rem dan juga seal/karet pada master rem dan kaliper. 

2. Sementara angin yang masuk ke dalam sistem pengereman bisa juga membuat rem cakram tidak pakem lagi. Untuk mengatasi hal ini, cek minyak rem pastikan penuh sampai batas maksimal, kemudian kocok-kocok handle rem dan tahan, buka napel yang ada di kaliper, setelah angin keluar, kencangkan kembali napel. Ulangi terus sampai angin hilang dan rem kembali normal. 

3. Apabila minyak rem berkurang, bisa disebabkan karena kampas rem sudah mulai habis/tipis, sehingga piston pada kaliper terdorong dan minyak rem terdorong ke bagian kaliper. Jangan langsung mengisi minyak rem yang berkurang dari batas maksimal indikator pada master rem. 

Karena setelah kampas rem diganti dengan yang baru, maka piston akan terdorong lagi ke dalam kaliper dan minyak rem kembali naik. Jika minyak rem terlalu penuh maka akan meluap. Hal seperti ini juga bisa menyebabkan rem macet.

4. Rem cakram membutuhkan perawatan berkala sehingga fungsinya dapat optimal. Karena posisinya terbuka, maka debu dan kotoran dengan mudah menempel pada rem cakram. Perawatan berkala dilakukan dengan menyemprotkan pembersih cakram (disc cleaner).

5. Permukaan piringan cakram dan kanvas rem bisa saja menjadi tidak rata. Karena kuatnya gesekan yang terjadi, maka permukaan piringan cakram dan kanvas rem menjadi tipis. Karena permukaan kanvas rem yang sudah tipis tersebut maka dapat terjadi bunyi berdecit ketika dilakukan pengereman, dan apabila hal itu terjadi, sebaiknya segera ganti kanvas rem Anda. 

6. Perawatan bisa dilakukan dengan mengampelas atau membubut kanvas rem dan piringan cakram supaya permukaannya tetap rata, tergantung kondisinya. Akan tetapi, jika kondisinya sudah tipis, maka akan lebih baik untuk menggantinya. Piringan cakram yang terlalu tipis bisa menyebabkan retak-retak atau bahkan pecah ketika digunakan. 

7. Minyak rem memiliki batas waktu pemakaiannya. Seiring waktu minyak rem akan mengalami penurunan fungsinya. Molekul-molekul dan aditifnya mengalami kerusakan. Maka, penggantian berkala perlu dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah minyak remnya. Jika jumlahnya mulai berkurang, segera isi sehingga jumlahnya cukup. 

  • Rem Tromol
Rem tromol adalah pengereman yang dilakukan dengan cara menekan sepatu rem yang tidak berputar terhadap tromol (brake drum) sehingga menghasilkan gesekan dan membuat kendaraan dapat berhenti.

Beberapa kasus rem macet atau blong yang terjadi pada rem cakram:

1. Kanvas rem lengket bisa disebabkan karena air, termasuk air hujan yang menggenang di jalan atau air dari steam saat mobil dicuci masuk ke dalam tromol rem. Rem macet bisa dirasakan saat tuas rem tangan dilepaskan, hingga mobil maju atau mundur mobil terasa berat. Bahkan dalam kondisi ekstrim, roda tidak akan berputar sama sekali dan bila dipaksakan akan mengeluarkan asap dan bau kampas rem terbakar.

2. Langkah pertama atau yang paling sederhana untuk mengatasi ini adalah dengan memaksa maju atau mundur mobil dengan perlahan-lahan lepas pedal kopling dan injak pedal gas. Lakukan cara ini beberapa kali dengan maju atau mundur Bila kanvas tidak melekat kuat di tromol, maka akan dengan mudah dipisahkan. Tanda-tanda kanvas sudah lepas adalah suara keras seperti benda jatuh.

3. Namun, bila cara itu tidak berhasil, segera dongkrak roda belakang dan lepaskan roda. Setelah itu pukul keras-keras tromol dengan palu, hal itu dimaksudkan agar kanvas rem bisa lepas dari lengket.

Nah, Cara memperbaiki rem cakram dan tromol ini kami kumpulkan dari berbagai sumber, semoga bermanfaat.

Penyebab mobil terbakar : salah pakai slang bahan bakar

Setelah mengisi bahan bakar di SPBU ternyata ketika mesin di starter tidak juga mau menyala, ternyata bensin sudah membasahi ruang mesin. Setelah diteliti lebih jauh ternyata disebabkan oleh saluran penyuplai bahan bakar di mobil itu telah dimodifikasi dengan menggunakan slang yang tidak sesuai peruntukannya karena  mengaplikasi alat pengirit bahan bakar.

Kejadian seperti itu jelas membahayakan. Karena salah pemakaian slang sebagai saluran bahan bakar dari tangki ke mesin bisa menimbulkan kebakaran.

Bicara sistem pasokan bahan bakar di kendaraan itu ada 2, karburator dan injeksi. Keduanya memiliki tekanan berbeda sebab itu, slangnya juga berbeda. Injeksi memiliki tekanan 39 psi, sedangkan karburtor maksimal 15 psi. Maka dapat dipastikan slang untuk mesin karburator tak bisa dipakai buat mesin injeksi (Gbr 1). Jika dipaksakan slang injeksi di karburator, slang akan pecah karena tak kuat menahan tekanan. Namun, slang injeksi bisa dipakai pada mesin karburator. Hati-hati juga tertukar dengan slang oli, karena sepintas punya wujud yang sama.


Salah satu bedanya, pada slang injeksi terdapat anyaman baja. Jika slang dipotong, maka di tengah-tengah slang terlihat warna putih yang mengindikasikan anyaman baja. Sedangkan slang karburator hanya slang hitam biasa. Untuk mesin injeksi juga diharamkan pakai slang berbulu.

Harap berhati-hati juga jika ingin menggunakan komponen penghemat bahan bakar yang melewati jalur bensin. Pastikan komponen tersebut sesuai dengan spesifikasi mobil, demikian untuk kit instalasinya.

Biasanya, pada kit instalasi berisi perangkat penghemat bahan bakar, slang dan klem. "Pilih yang memiliki ‘bibir' pada konektor dengan slang," saran Kemal (Gbr 2). Maksudnya, supaya slang tak mudah terlepas dari konektor.

Jika sudah pakai slang yang tepat, jangan lupa pula penggunaan klem untuk mengencangkannya (Gbr 3). Jangan terlalu kencang, nanti justru bisa bikin slang pecah. Ukuran slang juga harus pas. Jangan terlalu besar dan juga terlalu kecil. Jangan pernah beranggapan, slang yang besar, bisa kuat dengan penggunaan klem yang kuat. Ini anggapan salah. "Besar kemungkinan slang bisa lepas walaupun klemnya sudah kuat. Tekanannya sangat besar," sebut Muhammad dari bengkel Garden Speed di Cilandak, Jaksel. Sedangkan kalau terlalu kecil, slang akan sulit masuk ke konektor. Jangan dipaksakan karena justru bisa merusak slang.

Selain slang karet, terdapat juga slang braided, yakni slang dengan anyaman kawat baja (Gbr 4). Slang ini memiliki kekuatan yang jauh lebih baik dibanding slang karet. Namun, bukan berarti slang ini tak bisa rusak. "Kalau ada korslet, disitu bisa terjadi kebocoran, dan itu memang pernah terjadi," seru Kemal yang menjelaskan slang ini biasa diaplikasi pada mobil kompetisi bermesin karburator maupun injeksi.(sumber : otomotifnet)

Sunday, December 9, 2012

Modifikasi Toyota Corona T170 1990

Sebenarnya Toyota Corona T170 1990 masih layak untuk ditunggangi dengan sedikit sentuhan seni dari anda. Sedan dream car back to 90s yang memang dibuat untuk kenyamanan dengan segala kelengkapan luxury di zamannya.

Untuk memodifikasi mobil ini perlu anda ketahui bahwa dari sisi bobot total kendaraan jelas lebih berat ketimbang varian Corolla. Ditambah lagi dengan komponen racing yang tidak sebanyak merek Honda dan Mistubishi.

Menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk memodifikasi mobil
ini. Modalnya yang hanya bermesin Toyota 3S-GE berkapasitas 2.000 cc, dulu kerap dipakai balap oleh pabrikan Toyota. Tetapi untuk kenyamanan anda, sebaiknya hindari resiko
dengan mencarikan pengganti mesin. Ganti saja mesin dengan mesin Toyota 3S-GTE di bursa limbah Singapura yang sudah mengusung perangkat turbo. Hanya saja mencari parts racing tak semudah Honda atau Mistubishi.

Namun untuk membangun dragster berbasis Corona yang sempat dijual resmi oleh APM pada era 1988-1990 ini, khususnya pada bagian mesin adalah dengan mengganti turbocharger bawaan pabrik diganti dengan yang lebih besar, memakai tipe Garret GT35. Tak heran bila internal engine parts harus yang tangguh dan tahan banting. Dimulai dari persiapan kepala silinder dan engine block, sepasang camshaft pakai produk Kelford stage 3 yang dibarengi cam gear adjustable HKS. 

Pilih merek yang sama pula untuk klep masuk dan buang dengan diameter yang sudah oversize sebesar 1,5 mm. Paking kepala silinder mencomot versi logam tipis dari HKS. 

Turun ke blok mesin, piston memakai forged alloy buatan Wiseco dengan perbandingan kompresi rendah. Dihubungkan oleh setang piston heavy duty, piston menyatu dengan krukas super light weight yang sudah dibalans total.



Buka boost turbo hingga 1,78 bar agar udara bertekanan tadi bercampur dengan bensin yang disemprot injektor Dynamic berkapasitas 1.000 cc. Bisa dibayangkan beban kerja mesin saat peak performance 504 WHP (wheel horse power) dicapai. Tak ayal, perangkat elektronik berkelas ikut mendukung kinerja mesin gahar tadi. Mulai dari ECU stand alone Haltech PS 1000, Apexi Boost Controler hingga electric fuel pump Aeromotive.

Sistem penerus tenaga, kaki-kaki, transmisi dan as roda juga harus diperhatikan. As roda depan versi customized dipadu dengan limited slip differential merek Kaaz model 1,5 way. Sebagai alas kaki, pelek Weld  Racing berdiameter 15 inci dikombinasi dengan ban drag slick tyres buatan M/T. (sumber :otomotif)

Wednesday, December 5, 2012

Mengapa pengendara wanita lebih sering mengganti kopling


Walaupun sekarang kendaraan lebih banyak yang menggunakan transmisi otomatis, namun tidak sedikit dari konsumen lebih memilih kendaraan transmisi manual. Kaum wanita pun banyak yang menggunakannya dengan alasan belum terbiasa dan lebih nyaman. 



Tetapi tahukah anda ternyata pengendara wanita lebih sering mengganti kampas kopling dibandingkan dengan pengendara pria. Apa sebabnya? Berdasarkan survey dilapangan, 60 persen pengendara wanita lebih banyak dan lebih cepat mengganti kampas kopling, bila dibandingkan pria yang hanya
40 persen saja. Pengendara wanita biasanya asal bisa mengendarai langsung mereka berkendara. Dan dikarenakan ingin selalu siaga, akibatnya tanpa disadari kaki tetap menempel pada pedal kopling sehingga kadang kopling terinjak setengah tanpa disadari.



Penting untuk diingat oleh para pengendara baik wanita ataupun pria, untuk benar-benar bisa menggunakan kopling dengan baik dan benar. Setelah anda menginjak kopling, kaki jangan menggantung di pedal tapi kopling harus benar-benar lepas. Selain itu para pengendara harus memastikan untuk menginjak kopling sampai dalam (habis) jangan setengah-setengah, karena itu bisa mengurangi lifetime dari kopling. Dan transmisi akan terasa lebih berat.

Itulah sebabnya kebanyakan pengendara wanita lebih sering datang ke bengkel untuk mengganti kopling dibanding pengendara pria.

Tuesday, December 4, 2012

Penyebab Mesin Mobil Terlalu Panas atau Overheat

Banyak yang menjadikan suhu mesin meninggi atau panas berlebih (overheat). Diantaranya sistem pendinginan mesin yang jarang mendapat perhatian, termasuk mengecek kondisi air radiator pun sering terlupakan. Padahal, pengerjaannya
tidak lebih dari lima menit (termasuk menambah air radiator). Berikut ini penyebab overheat pada mobil anda yang jarang terperhatikan :

1. Mampet
Radiator mampet yang disebabkan oleh karat akibat kadar air bereaksi dengan blok mesin. Biasanya, kotoran tersebut 'nyempil' di kisi-kisi radiator mengakibatkan sirkulasi air menjadi tidak sempurna. Solusinya, servis radiator dan  jika gejalanya sudah tergolong parah maka kisi-kisi harus diganti.  Ada 2 cara pencegahan medsin panas,  yaitu lakukan penggantian air radiator setiap 20.000 km dan gunakan carian anti karat.
2. Air berkurang
Nah, inilah pentingnya mengecek kondisi air sebelum bepergian. Jika volume air berkurang cukup banyak (sebotol Aqua 600 ml atau lebih) menandakan adanya kebocoran. Bisa berasal dari selang yang sudah getas, sambungan selang atau dari sil dan pegas tutup radiator yang sudah tidak berfungsi baik. Kebocoran dari tutup radiator biasanya terlihat adanya bekas karat disekitarnya yang mengering. Segera ganti tutup radiator, sementara untuk kebocoran dari selang dan sambungan lakukan perbaikan di bengkel resmi atau langganan Anda.
3. Kipas lemah
Biasanya hal ini terjadi akibat motor kipas yang sudah tidak berfungsi dengan baik sehingga putarannya kurang kencang. Biasanya hal ini teridentifikasi ketika ngebut, temperatur naik, namun ketika pelan suhu cenderung aman. Bisa juga dari kipas tambahan (bagi yang menggunakan), untuk mencari tahu cukup dengan menyalakan AC. Jika ada kerusakan maka kipas tidak akan berputar atau temperatur lambat laun naik. Solusinya adalah mengganti motor kipas tersebut, atau jika sudah parah biasanya kipas juga ikut diganti karena biasanya mengalami kerusakan di porosnya.
4. Oktan tidak sesuai
Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai - biasanya lebih rendah - bisa mengakibatkan mobil knocking (ngelitik). Jika terus dibiarkan maka kecenderungannya mesin akan panas. Rasio kompresi dan setingan waktu pengapian (timing) - untuk mobil yang masih menggunakan distributor - harus sesuai dengan BBM.
Penanggulangan Darurat
Biasanya diawali dengan munculnya ngelitik yang berlebih pada mesin. Bagi yang menggunakan indikator jarum biasanya akan terlihat peningkatan suhu. Sementara yang memakai gambar, mesin akan langsung mati ketika overheat.

Jika hal itu terjadi, segera pinggirkan mobil ke tempat yang aman, pasang segitiga pengaman agak jauh dari mobil. Tunggu beberapa menit sampai suhu mesin turun, bisa dibantu dengan menyiram air di radiator jika mencukupi. Setelah dingin, cek kondisi air. Perhatian, ketika membuka tutup radiator, pergunakan juga kain tebal (jika tutup masih panas) dan putar secara perlahan. Jika ada tekanan air, tutup radiator ditekan sambil diputar perlahan. Jika sudah terbuka dan ternyata volume air masih penuh, tutup kembali radiator dan jika temperatur sudah normal, bawa mobil ke bengkel terdekat.
Semoga bermanfaat. (sumber:kompas)