Showing posts with label Rem. Show all posts
Showing posts with label Rem. Show all posts

Saturday, April 20, 2013

Ciri ABS mobil bekerja atau tidak

Bila ABS bermasalah, lampu indikator merah atau oranye akan hidup di panel instrumen. Kalau ABS mengalami gangguan, tidak menimbulkan masalah terhadap kinerja mobil. Namun sangat disayangkan, harganya yang cukup mahal tidak berfungsi. Padahal, pada kondisi tersebut sangat membantu, khususnya bila tiba-tiba harus mengerem mendadak. 

Gangguan bisa akan merembet ke sistem keselamatan lain, yaitu ESP (kontrol stabilitas), anti-skid, pengaruh menjadi banyak. Karena itulah, bila bermasalah harus segera diperbaiki. 

Bekerja :

Tanda-tanda ABS bekerja, versi lama, pedal rem bergetar saat ditekan. Namun sekarang, efek tesebut sudah berkurang.Karena getaran itu pula, di awal penggenalan ABS, banyak

pengemudi yang tidak menyukainya. Padahal, agar ABS bekerja, pedal rem harus ditekan terus sampai mobil benar-benar berhenti.

Hal lain untuk mengetahui ABS bekerja adalah saat mobil direm mendadak. Pada kecepatan tinggi setir masih bisa dikendalikan. Di samping itu, ban tidak meninggalkan jejak di permukaan aspal setelah direm. Jarak pengereman lebih pendek, ban tidak botak pada bagian tertentu (masih terus menggelinding dengan mulus). Hal ini juga memberi kenyamanan kepada penumpang. Bahkan dapat memperpanjang umur pakai sokbreker mobil Anda.

Tuesday, April 9, 2013

Cara kerja dan sensor roda ABS

Speed sensor ABS yang dipasang di roda ada dua macam: pasif dan aktif. Pasif dibuat dari magnet permanen dengan gulungan kabel tembaga. Sensor ini dipasang dekat cincin reluktor ABS di sumbu roda. Ketika cincin berputar, giginya menghasilkan tegangan induktif kecil pada gulungan kabel. Sinyal tegangan ini dipantau oleh komputer dan digunakan sebagai informasi. Ciri khas sensor ini, hanya menggunakan dua kabel, satu untuk sinyal satu lagi untuk massa (ground).

Aktif, bentuknya seperti sensor tipe Hall, sama dengan yang digunakan untuk tachometer, dilengkapi dengan penguat tegangan. Tegangan listriknya berkisar  volt, kini juga ada yang 12 volt.

Sensor dipasang dekat cincin reluktor ABS magnet yang punya banyak kutup (utara-selatan). Ciri khasnya, menggunakan tiga kawat: satu untuk positif (arus), satu sinyal dan satu lagi untuk massa (ground).

Monday, January 7, 2013

Cara memperbaiki dan merawat rem cakram


Sistem pengereman adalah salah satu bagian paling vital dalam pengoperasian kendaraan .
Keberadaan rem sangat penting untuk memberikan rasa aman saat penggunaan mobil, namun berfungsinya peranti satu itu sangat tergantung dengan bagaimana cara kita merawatnya. Kalau perawatan diabaikan, hampir pasti fungsinya juga tidak optimal. Ujung-ujungnya, keselamatan kita (dan orang lain) saat berkendara terancam.

Untuk menjaga supaya rem tetap pakem tidak sulit, asalkan kita tahu bagaimana kiat-kiatnya. Pertama yang harus diperhatikan adalah bagian disc break dan tromol, dan memeriksa kualitas minyak rem, saluran rem, dan kampas rem itu sendiri. Untuk minyak rem, biasanya harus diganti atau dibersihkan setelah mobil menempuh 10.000 km. Perhatikan bagian ini dengan seksama supaya tidak kosong, dan perhatikan perbandingan antara bagian depan dan belakang (2:1). Bagian depan mendapat porsi lebih besar sebab paling sering digunakan saat mobil direm.


Langkah berikut adalah memeriksa kampas rem apakah masih dalam kondisi baik atau tidak :

Lepaskan roda dengan kunci, perhatikan bagian disc break dan lepas pegangan kampas rem dengan alat martil atau obeng. Bila kampas rem kotor, gunakan amplas/sikat/kuas untuk membersihkannya. Semakin bersih kampas rem, semakin bagus dan kuat fungsinya. Berikan gemuk/pelumas pada bagian besi penahannya, namun hindari supaya tidak terkena bagian sepatu rem. Pasang kembali kampas, dan kancingkan.

Hal terakhir yang harus diperhatikan supaya rem senantiasa berfungsi dengan baik adalah perawatan yang teratur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, usahakan supaya minyak diganti setiap mencapai 10.000 km, sedangkan untuk kampas biasanya antara 20-25.000 km (otomatis) dan 40.000 km (manual). Jangan lupa untuk mengecek kondisi minyak rem setiap dua minggu sekali

Wednesday, December 12, 2012

Cara memperbaiki rem cakram dan tromol


Berkendaraan dengan tenang dan nyaman adalah keinginan setiap orang, namun kadang kala kita sedikit lalai dalam melakukan pengecekan rutin terhadap bagian yang cukup penting pada kendaraan yaitu rem. Banyak kejadian yang sangat tidak diinginkan terjadi karena permasalahan pada sistem pengereman. 
Salah satu kendala saat berkendara yang terkadang muncul tiba-tiba salah satunya adalah rem macet atau blong. Tentu saja hal ini sangat membahayakan, karena mobil kita tak bisa dikontrol saat berada dalam kondisi di jalanan berpotensi menimbulkan tabrakan.

Namun demikian, jika saja seandainya hal ini terjadi, maka para pengemudi sebaiknya tak perlu merasa panik. Stay calm alias tetap tenang, perhatikan kondisi jalan dan kurangi kecepatan, dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4, 4-3, 3-2, 2-1). Kemudian segera nyalakan lampu hazard atau lampu sein kiri dan segera mencari tempat yang paling aman untuk berhenti, sambil lakukan pengereman dengan menggunakan rem tangan. Lantas apa sebenarnya yang terjadi dengan ban mobil kita saat rem mendadak macet atau blong?

Cara Memperbaiki Rem Mobil
  • Rem Cakram
Rem cakram terdiri dari piringan cakram baja terbuka dan unit kampas untuk menjepit cakram, sehingga putaran roda berhenti. Sistem pengeremannya menggunakan sistem hidrolik/minyak. Rem cakram memiliki keunggulan pada sistem pengereman yang lebih pakem dibandingkan model tromol. Akan tetapi banyak juga kendala-kendala yang sering terjadi pada sistem pengereman hidrolik, salah satunya yang disebabkan masuk angin (angin masuk ke dalam selang). 

Beberapa kasus rem macet atau blong yang terjadi pada rem cakram:

1. Rem yang macet saat berputar disebabkan karena posisi pad/kampas rem yang tidak rata menyentuh piringan / miring. Untuk rem yang nyeplos atau tidak berfungsi ini bisa disebabkan karena terjadi kebocoran pada selang penghantar minyak dari master rem ke kaliper (tempat kapas rem) untuk mengatasinya bisa mengganti selang rem dan juga seal/karet pada master rem dan kaliper. 

2. Sementara angin yang masuk ke dalam sistem pengereman bisa juga membuat rem cakram tidak pakem lagi. Untuk mengatasi hal ini, cek minyak rem pastikan penuh sampai batas maksimal, kemudian kocok-kocok handle rem dan tahan, buka napel yang ada di kaliper, setelah angin keluar, kencangkan kembali napel. Ulangi terus sampai angin hilang dan rem kembali normal. 

3. Apabila minyak rem berkurang, bisa disebabkan karena kampas rem sudah mulai habis/tipis, sehingga piston pada kaliper terdorong dan minyak rem terdorong ke bagian kaliper. Jangan langsung mengisi minyak rem yang berkurang dari batas maksimal indikator pada master rem. 

Karena setelah kampas rem diganti dengan yang baru, maka piston akan terdorong lagi ke dalam kaliper dan minyak rem kembali naik. Jika minyak rem terlalu penuh maka akan meluap. Hal seperti ini juga bisa menyebabkan rem macet.

4. Rem cakram membutuhkan perawatan berkala sehingga fungsinya dapat optimal. Karena posisinya terbuka, maka debu dan kotoran dengan mudah menempel pada rem cakram. Perawatan berkala dilakukan dengan menyemprotkan pembersih cakram (disc cleaner).

5. Permukaan piringan cakram dan kanvas rem bisa saja menjadi tidak rata. Karena kuatnya gesekan yang terjadi, maka permukaan piringan cakram dan kanvas rem menjadi tipis. Karena permukaan kanvas rem yang sudah tipis tersebut maka dapat terjadi bunyi berdecit ketika dilakukan pengereman, dan apabila hal itu terjadi, sebaiknya segera ganti kanvas rem Anda. 

6. Perawatan bisa dilakukan dengan mengampelas atau membubut kanvas rem dan piringan cakram supaya permukaannya tetap rata, tergantung kondisinya. Akan tetapi, jika kondisinya sudah tipis, maka akan lebih baik untuk menggantinya. Piringan cakram yang terlalu tipis bisa menyebabkan retak-retak atau bahkan pecah ketika digunakan. 

7. Minyak rem memiliki batas waktu pemakaiannya. Seiring waktu minyak rem akan mengalami penurunan fungsinya. Molekul-molekul dan aditifnya mengalami kerusakan. Maka, penggantian berkala perlu dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah minyak remnya. Jika jumlahnya mulai berkurang, segera isi sehingga jumlahnya cukup. 

  • Rem Tromol
Rem tromol adalah pengereman yang dilakukan dengan cara menekan sepatu rem yang tidak berputar terhadap tromol (brake drum) sehingga menghasilkan gesekan dan membuat kendaraan dapat berhenti.

Beberapa kasus rem macet atau blong yang terjadi pada rem cakram:

1. Kanvas rem lengket bisa disebabkan karena air, termasuk air hujan yang menggenang di jalan atau air dari steam saat mobil dicuci masuk ke dalam tromol rem. Rem macet bisa dirasakan saat tuas rem tangan dilepaskan, hingga mobil maju atau mundur mobil terasa berat. Bahkan dalam kondisi ekstrim, roda tidak akan berputar sama sekali dan bila dipaksakan akan mengeluarkan asap dan bau kampas rem terbakar.

2. Langkah pertama atau yang paling sederhana untuk mengatasi ini adalah dengan memaksa maju atau mundur mobil dengan perlahan-lahan lepas pedal kopling dan injak pedal gas. Lakukan cara ini beberapa kali dengan maju atau mundur Bila kanvas tidak melekat kuat di tromol, maka akan dengan mudah dipisahkan. Tanda-tanda kanvas sudah lepas adalah suara keras seperti benda jatuh.

3. Namun, bila cara itu tidak berhasil, segera dongkrak roda belakang dan lepaskan roda. Setelah itu pukul keras-keras tromol dengan palu, hal itu dimaksudkan agar kanvas rem bisa lepas dari lengket.

Nah, Cara memperbaiki rem cakram dan tromol ini kami kumpulkan dari berbagai sumber, semoga bermanfaat.