Sunday, March 31, 2013

Bahan bakar alternatif untuk truk

Sebenarnya hal ini sudah lama diketahui namun nampaknya belum begitu poluler dikalangan pengguna kendaraan bisnis. Bahan Bakar Gas (BBG) lebih banyak digunakan oleh kendaraan umum kecil seperti taxi di Jakarta.

Namun sekarang dengan meningkatnya kebutuhan akan bbm jenis solar membuat sebagian pengguna kendaraan mulai melirik dan mencoba beralih pada bahan bakar gas (BBG). Begitu pula dengan mobil niaga seperti bus dan truk yang kini mulai ramai beralih mengaplikasi sistem BBG.

Dan salah satu truk yang siap mengonsumsi BBG jenis CNG secara murni adalah Sinotruk

Howo 380. "Truk ini sudah mengaplikasi sistem full CNG, sehingga tak lagi menggunakan konverter solar seperti pada bus Transjakarta," buka Wahyu Diwirya, Fabrication Manager PT Sinergi Inter Kompresindo (SIK).

Mesinnya mengandalkan tipe CNG 12 liter dengan keluaran tenaga mencapai 380 dk. Dengan dukungan 4 tabung gas berukuran 80 liter dan 4 tabung 140 liter, diklaim truk tipe tractor head ini mampu menempuh jarak hingga 600 km.

Eits, nggak perlu takut di jalan karena kehabisan gas. Karena pihak SIK juga menyiapkan kehadiran beberapa stasiun pengisian CNG di kota-kota besar pulau Jawa. 

"Bukan cuma itu, kami juga melengkapi mobil ini dengan GPS untuk memantau posisi dan kondisi bahan bakar. Sehingga, saat gas hampir habis, ada mobil pengantar BBG yang akan menyambangi lokasi mobil berada untuk mengisi kembali gas tersebut," jelas Wahyu. (sumber : otomotifnet)

Cara supaya Grandmax dan Luxio lebih irit

Selalu saja keinginan pemilik kendaraan untuk menjadikan kendaraannya lebih irit namun memiliki tenaga yang tidak berkurang behkan bila memungkinkan dapat lebih kuat. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan produk Qmax Super Nanotechnology (gbr.1) dan ini sudah dipraktikan dan dibuktikan pada Luxio X matik 2010 milik Yodi Anugraha. Ia memilih paket yang terdiri dari Nano Fuel dan Nano Air.

Warga Bintaro, Tangerang Selatan ini tidak seperti member MAXXIO lain. "Teman-teman kebanyakan suka penampilan kendaraannya dengan gonta-ganti pelek ukuran 17-18 inci,
tetapi di balik itu, kalau sedang turing banyak yang mengeluh mobilnya boros," tuturnya.


Padahal, kalau bikin performa mesin bagus dan awet, cukup keluar Rp 1,3 juta buat menebus Qmax. Daya tahannya hingga 250 ribu km atau pemakaian 3 tahun. Ketimbang setiap bulan ganti pelek sekitar Rp 7 jutaan.

Pemasangannya pun mudah. Angkat jok penumpang depan. Kemudian jepitkan Nano Fuel berwarna oranye pada saluran bahan bakar yang menuju injektor (gbr.2). Usahakan jaraknya sedekat mungkin dengan injektor. Kemudian, diikat dengan klem plastik yang sudah tersedia.

 "Alat ini dapat meningkatkan efisiensi pembakaran mesin. Karena Nano Fuel mampu mengurai molekul bahan bakar. Hingga, proses pembakaran jadi sangat merata. Secara langsung berdampak pada tenaga yang dihasilkan dan membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien," ujar Wahyu, Service Advisor Asco Fatmawati, Jaksel.

Untuk memasang Nano Air, angkat jok pengemudi dan buka rumah saringan udara. Pasang Nano Air di atas saringan udara (gbr.3). Kunci dengan kunci khusus yang sudah disediakan. Kemudian pasang kembali rumah saringan udara.

"Kalau sudah, hidupkan mesin dan injak pedal gas hingga mesin berputar antara 2.500 hingga 3.000 rpm dan tahan. Lalu lepas pedal gas dan injak pedal rem, kemudian tahan selama 5 menit dan lepas pedal rem selama 5 menit. Ulangi sebanyak 5 kali," lanjut Wahyu.

Nano Air akan memurnikan udara yang masuk ke mesin, hingga proses pembakaran jadi merata. Dampak pada tenaga yang dihasilkan dan membuat konsumsi BBM lebih efisien.

"Saya biasa jemput istri pulang pergi dari Bintaro ke Pasar Rebo, Jaktim lewat tol, biasanya naiknya lama, sekarang responsnya lebih cepat. Karena sensornya itu membaca BBM seperti RON 95, padahal pakai premium," cerita Yodi.

Konsumsi BBM biasanya dalam kota 1 liter untuk 8 km, sekarang 1 liter 12 km pada kondisi normal. Kalau macet 1 liter 5-7 km, kini bisa 1 liter 9 km. "Ujung knalpot juga tetap bersih, padahal saya sudah custom," ungkap Ketua Umum MAXXIO ini (gbr.4)

Semoga bermanfaat. (sumber : otomotifnet)

Cara mengetahui oli palsu dan asli

Banyak hal dapat dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab guna mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya antara lain dengan membuat oli palsu. 

Menurut Dr. Ir. Gatot Ibnusantosa, Kepala Program Studi Teknik Industri Kimia dari Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI), ia mengatakan pencampuran oli bekas dengan bedak tabur dapat digunakan untuk mencapai tingkat kekentalan atau viskositas dari oli sesuai dengan yang diinginkan.

Sementara itu untuk membedakan oli oplosan dengan yang asli, terletak pada warna dan bau
yang ditimbulkan dari oli. “Cara membedakannya, oli oplosan itu warnanya lebih pekat karena dia lebih kental dari oli asli karena pencampuran bedak tabur tadi. Selain itu bau yang ditimbulkan untuk oli oplosan itu hampir sama semua sedangkan oli asli berbeda-beda sesuai merek,” jelasnya.

Untuk dampak pada mesin tidak akan terasa pada jangka pendek, karena diawal pengisian oli akan terasa sama seperti biasanya. Namun jangka panjang akan berpengaruh pada kinerja mesin. “Diawal pemakaian, mesin tidak akan terasa bermasalah, tapi efeknya itu jangka panjang,” ungkapnya.

Disarankan kepada Anda untuk lebih berhati-hati lagi bila memilih oli, cek dengan benar. Semoga bermanfaat, 

Saturday, March 23, 2013

Ban baru Bridgestone Dueler M/T 674

Bridgestone meluncurkan generasi terbaru Dueler (Mud –Terrain) (M/T), ban off-road yang dirancang untuk kendaraan yang beroperasi di pertambangan dan perkebunan, kemarin di pabriknya di Karawang, Jawab Barat, kemarin (21/03/2013). 
Ban baru ini disebut Dueler M/T 674, sedangkan sebelumnya Dueler M/& 673 yang dipasarkan pada 2002. Peluncuran dilakukan oleh Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Bridgstone Tire Indonesia (BTI), Tomoya Sano didampingi oleh stafnya dari produksi dan pemasaran.
Wartawan juga diberi kesempatan mencoba Dueler baru ini dan langsung membandingkannya
dengan kompetitor pesaing utamanya, yaitu GT Radial Savero M/T, di jalan aspal (on-road) dan tanah kubangan, becek dan rumput (off-road) dengan menggunakan Mitubishi Pajero Sport dan Strada Triton.

Desain Telapak
Menurut Eko Supriyatin, Manajer Produk PT BTI, Dueler M/T 674 lebih baik dalam segala hal dibandingkan M/t 673, yaitu stabilitas mengemudi, kenyamanan, daya tahan, pengendalian dan traksi berkat pengembangan desain telapak baru atau teknolog 3D yang terdiri dari  "3D Grooves” (kembang atau alur telapak), "3D Shoulder Lugs" (pinggir telapak ban) dan "3D Buttress" (kembang telapak paling luar). Begitu juga bila dibandingkan dengan kompetitornya.
Sedangkan ukuran yang disediakan, mulai dari 14 sampai 17 inci dengan lebar telapak mulai dari 215/75 sampai 285/75. Semua ban diproduksi secara lokal, kecuali untuk ukuran 265/65 R17 dengan bentuk telapak RBT.
Untuk harga, berkisar dari Rp 1 sampai 2 juta per ban. Harga tersebut diakui lebih mahal dari kompetitor utamanya, GT Radial Savero M/T.

Uji-coba

Saat  ini Bridgestone Indonesia mengaku menguasai 30 persen pasar ban off-road di Indonesia. “Dengan Dueler M/T 674 ini diharapkan bisa meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 40 persen,” jelas Linda Yuselina, Manajer Pemasaran BTI.
Ditambahkan pula, sebelum Dueler generasi baru ini diluncurkan, Biridgestone melakukan pembuktian performa (uji-coba) sejak November 2011 sampai akhir Februari lalu di Samarinda, Kalimatan.
“Hasilnya, kami memperoleh masukan dari beberapa unit mobil yang menggunakan, baik di off-road, maupun on-road, sangat memuaskan. Lebih baik dari kompetitor. Karena itulah, kami yakin meluncurkannya sekarang,” tegas Tomoya Sano. (sumber : kompas)


Ban canggih tanpa angin

Kemajuan teknologi banyak membantu manusia termasuk dalam hal kemajuan teknologi ban. Saat ini ban tanpa angin akan mewarnai dunia otomotif. Spesialis kendaraan off-road Polaris, berencana meluncurkan ban tersebut tahun 2014 dan menyebutnya Non-Pneumatic Tires. Ban ini dikembangkan oleh Resilient Technologies, perusahaan kecil yang diakuisisi oleh Polaris tahun lalu.
Cara kerja ban tanpa angin ini sederhana, mirip roda sepeda. Beban ban berada di bagian atas roda. ”Bagian bawah roda dirancang untuk memberikan daya dorong pada jalan berbatu, trotoar dan lainnya,” jelas
juru bicara Polaris, Jason Difuccia.


Bentuknya berbeda jauh dibandingkan dengan ban konvensional. Tidak ada struktur donat. Ban tanpa angin ini dirancang lebih fleksibel, dengan karet berada di bagian luar. Tambahan lain, struktur penyangga yang juga lentur.
Meski ditujukan untuk off-road, Polaris mengklaim ban ini bisa dipakai untuk segala medan. Membayangkannya, akan menjadi lebih praktis, tanpa perlu khawatir bocor atau tak usah berpikir membawa ban serep dan dongkrak.

Teknologi ban yang tidak membutuhkan udara ini bukan hal baru. Michelin pernah memamerkannya  pada 2005 lalu. Namun sampai kini, produsen ban Perancis itu tak kunjung memproduksinya secara massal.

Sunday, March 17, 2013

4 Cara gampang membersihkan radiator mobil

Pemilik motor berpendingin air, mesti apik merawat radiatornya. Jika perawatan dilakukan tak semestinya, atau tidak dirawat sama sekali, dipastikan peranti ini cepat rusak. Dampaknya, mesin motor overheating.

Ada kiat khusus untuk menghindari terjadinya kerusakan pada peranti pendingin mesin ini. Pertama, sediakan kunci pas atau ring 10,12 dan 14 serta obeng plus (+) dan min (-). Tak lupa kain lap dan cairan pembersih lantai keramik.

Berikut ini 4 cara gampang membersihkan radiator mobil :

  1. Lepaskan radiator dengan kunci yang disebut diatas. Lalu keringkan air di dalamnya. Ikat selang air di bagian yang mengeluarkan air di bagian bawah dengan karet gelang, Tuang
    secukupnya cairan pembersih lantai ke 'liang' radiator secara perlahan. Diamkan beberapa saat agar sumbatan di sekat radiator rontok.
  2. Selanjutnya, buang air rendaman dan bilas radiator dengan air bersih. Setelah dibilas, pastikan kondisinya benar-benar bersih dari busa sisa cairan pembersih lantai. Kini radiator dijamin bersih dan bebas dari kotoran yang mengganggu sirkulasi air di radiator.
  3. Sebaiknya bersihkan kisi-kisi atau sirip pendingin radiator seminggu sekali. Caranya, gunakan sikat plastik atau sikat untuk mencuci pakaian. Membersihkannya, pertama sediakan ember berisi air campur sabun atau shampo, sikat dan kawat besi.
  4. Dalam keadaan kering, bersihkan dengan sikat agar mampu membersihkan semua kotoran menempel. Kemudian, basuh radiator dengan air sabun secara merata. Terakhir, gunakan kawat besi untuk meluruskan sekat yang bengkok dengan mencungkil dan diratakan kembali seperti semula.
Semoga bermanfaat, salam sukses.

Tips merawat pintu geser pada mobil

MPV yang menggunakan pintu geser sudah semakin banyak! Mulai dari tingkat bawah sampai premium. Untuk membukanya, ada yang masih manual, ada pula hanya tinggal pencet tombol alias "power door". Itu semua diciptakan demi kemudahan dan kenyamanan Anda.
Nah, agar tetap lancar dibuka-tutup, perawatan juga harus diberikan.

Berikut  beberapa tips merawat pintu geser pada mobil :

Pelumasan
Tujuannya, menjaga gerakan pintu lancar! Panduan berlaku untuk otomatis dan manual. Bersihkan rel dari debu dan kotoran yang bisa menghambat pergerakan pintu, seret atau bahkan macet.
Caranya : bersihkan rel dengan kuas kering yang bersih. Pertama, lakukan pada rel di bodi
mobil dengan pintu ditutup. Semprotkan degreaser semisal WD40 untuk melarutkan kotoran dan sisa gemuk  yang sudah kotor.
Setelah itu, usap bagian yang telah disemprot dengan lap bersih. Lumuri kembali rel dengan gemuk. Jangan terlalu banyak, tipis saja. Kalau terlalu banyak atau tebal, kotoran dan debu mudah terperangkap. Cara  yang sama juga dilakukan untuk melumasi rel di bagian bawah (dekat pijakan kaki) dan dilakukan saat pintu dibuka habis.
Perhastikan pelumasan pada bearing. Untuk ini sebaiknya serahkan ke bengkel. Minta kepada mekanik untuk memeriksa pelumasan komponen tersebut agar tetap lancar.

Beberapa hal yang harus diperhatikan agar tetap awet adalah :

  1. Jangan memaksa atau mempercepat laju pintu geser saat sedang aktif.
  2. Usahakan tidak terlalu sering menggunakan model otomatis ketika mesin mati karena akan membuat aki cepat tekor.
  3. Untuk pintu otomatis, dibuka dengan menekan tombol atau menarik pegangan. Namun saat menarik, jangan diikuti dengan memaksa ke arah belakang.
  4. Untuk manual, pintu dibuka dan ditutup tanpa hentakan. Benturan keras bisa menyebabkan pengait pintu rusak atau bisa menutup dengan mantap! 
Semoga bermanfaat.