Showing posts with label Ban. Show all posts
Showing posts with label Ban. Show all posts

Saturday, March 23, 2013

Ban baru Bridgestone Dueler M/T 674

Bridgestone meluncurkan generasi terbaru Dueler (Mud –Terrain) (M/T), ban off-road yang dirancang untuk kendaraan yang beroperasi di pertambangan dan perkebunan, kemarin di pabriknya di Karawang, Jawab Barat, kemarin (21/03/2013). 
Ban baru ini disebut Dueler M/T 674, sedangkan sebelumnya Dueler M/& 673 yang dipasarkan pada 2002. Peluncuran dilakukan oleh Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Bridgstone Tire Indonesia (BTI), Tomoya Sano didampingi oleh stafnya dari produksi dan pemasaran.
Wartawan juga diberi kesempatan mencoba Dueler baru ini dan langsung membandingkannya
dengan kompetitor pesaing utamanya, yaitu GT Radial Savero M/T, di jalan aspal (on-road) dan tanah kubangan, becek dan rumput (off-road) dengan menggunakan Mitubishi Pajero Sport dan Strada Triton.

Desain Telapak
Menurut Eko Supriyatin, Manajer Produk PT BTI, Dueler M/T 674 lebih baik dalam segala hal dibandingkan M/t 673, yaitu stabilitas mengemudi, kenyamanan, daya tahan, pengendalian dan traksi berkat pengembangan desain telapak baru atau teknolog 3D yang terdiri dari  "3D Grooves” (kembang atau alur telapak), "3D Shoulder Lugs" (pinggir telapak ban) dan "3D Buttress" (kembang telapak paling luar). Begitu juga bila dibandingkan dengan kompetitornya.
Sedangkan ukuran yang disediakan, mulai dari 14 sampai 17 inci dengan lebar telapak mulai dari 215/75 sampai 285/75. Semua ban diproduksi secara lokal, kecuali untuk ukuran 265/65 R17 dengan bentuk telapak RBT.
Untuk harga, berkisar dari Rp 1 sampai 2 juta per ban. Harga tersebut diakui lebih mahal dari kompetitor utamanya, GT Radial Savero M/T.

Uji-coba

Saat  ini Bridgestone Indonesia mengaku menguasai 30 persen pasar ban off-road di Indonesia. “Dengan Dueler M/T 674 ini diharapkan bisa meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 40 persen,” jelas Linda Yuselina, Manajer Pemasaran BTI.
Ditambahkan pula, sebelum Dueler generasi baru ini diluncurkan, Biridgestone melakukan pembuktian performa (uji-coba) sejak November 2011 sampai akhir Februari lalu di Samarinda, Kalimatan.
“Hasilnya, kami memperoleh masukan dari beberapa unit mobil yang menggunakan, baik di off-road, maupun on-road, sangat memuaskan. Lebih baik dari kompetitor. Karena itulah, kami yakin meluncurkannya sekarang,” tegas Tomoya Sano. (sumber : kompas)


Ban canggih tanpa angin

Kemajuan teknologi banyak membantu manusia termasuk dalam hal kemajuan teknologi ban. Saat ini ban tanpa angin akan mewarnai dunia otomotif. Spesialis kendaraan off-road Polaris, berencana meluncurkan ban tersebut tahun 2014 dan menyebutnya Non-Pneumatic Tires. Ban ini dikembangkan oleh Resilient Technologies, perusahaan kecil yang diakuisisi oleh Polaris tahun lalu.
Cara kerja ban tanpa angin ini sederhana, mirip roda sepeda. Beban ban berada di bagian atas roda. ”Bagian bawah roda dirancang untuk memberikan daya dorong pada jalan berbatu, trotoar dan lainnya,” jelas
juru bicara Polaris, Jason Difuccia.


Bentuknya berbeda jauh dibandingkan dengan ban konvensional. Tidak ada struktur donat. Ban tanpa angin ini dirancang lebih fleksibel, dengan karet berada di bagian luar. Tambahan lain, struktur penyangga yang juga lentur.
Meski ditujukan untuk off-road, Polaris mengklaim ban ini bisa dipakai untuk segala medan. Membayangkannya, akan menjadi lebih praktis, tanpa perlu khawatir bocor atau tak usah berpikir membawa ban serep dan dongkrak.

Teknologi ban yang tidak membutuhkan udara ini bukan hal baru. Michelin pernah memamerkannya  pada 2005 lalu. Namun sampai kini, produsen ban Perancis itu tak kunjung memproduksinya secara massal.

Tuesday, March 12, 2013

Tips memilih ban yang masih baik

Dimana-mana terdapat toko yang menjual aneka ban motor dan mobil dengan berbagai penawaran, mulai dari yang murah sampai yang termahal.

Lalu bagaimana cara dalam memilih ban yang masih fresh (baru) agar tidak salah dalam membeli ?.....

Berikut ini tips memilih ban yang masih fresh (belum kadaluarsa) :

  1. Ketika memilih ban yang baru, sebaiknya diteliti dulu. Pilihlah ban yang dipajang berdiri bukan yang ditumpuk. Lalu pilih yang terlihat tidak berdebu. 
  2. Setelah menemukan model atau merek yang cocok, cukup tekan permukaan ban dengan menggunakan ujung kuku. Jika ban itu bagus, akan mudah ditekan dan tidak terasa keras. Tapi ban yang sudah lama atau kadaluarsa akan terasa keras seperti ban mati saat ditekan.
Perlakuan agar ban di toko selalu terlihat segar adalah dengan pemberlakuan khusus, seperti cara penyimpanan, cara men-display ban, lalu menghitung suhu udara dan juga mengatur perputaran barang.

Posisi ban haruslah berdiri dan suhu udara juga harus di stel khusus. Penyimpanan ban tidak boleh ditumpuk dan jangan menyentuh lantai. Karena bisa merusak serat dan komponen ban.

Friday, March 1, 2013

Kapan waktu yang tepat untuk spooring dan balancing ?

Spooring dan Balancing adalah istilah yang biasa kita dengar terkait dengan perawatan ban atau kaki-kaki pada mobil. Spooring dimaksudkan untuk melakukan keselarasan antara roda belakang dan roda depan sedangkan balancing adalah melakukan penyetelan terhadap roda agar berputar tetap pada titik keseimbangan pusat roda.  

Dalam keamanan dan kenyamanan berkendara, kedua hal ini sangat penting untuk diketahui. Untuk itu jika tiba saatnya untuk spooring dan balancing, sebaiknya segera lakukan itu.
 
Bagi orang awam tentunya mengetahui kapan harus spooring dan balancing merupakan satu hal yang tidak mudah. Bahkan pasti ada yang bertanya seperti ini. Balancing spooring perlukah ? Untuk itu berikut ada beberapa hal yang dapat dijadikan indikasi bahwa waktu untuk spooring dan balancing memang sudah tiba.
  1. Perhatikan dan rasakan apakah setir bergetar saat sedang berkendara. Setir yang bergetar menandakan bahwa ada yang tidak beres dengan ban depan. Bahkan hal ini akan sangat mengganggu kenyamanan dalam berkendara. Saat anda merasakan hal tersebut, maka inilah saat yang tepat untuk melakukan spooring dan balancing.
  2. Saat anda sedang melaju lurus, coba rasakan apakah ada pergerakan atau perasaan bahwa mobil berbelok dengan sendirinya. Jika mobil cenderung berbelok ke arah tertentu dengan sendirinya, maka hal ini merupakan indikasi bahwa ada masalah spooring.
  3. Untuk mengetahui ketidaknyamanan dalam berkendara, anda bisa mengecek keausan pada ban mobil. Perhatikan secara seksama dan menyeluruh. Jika ada benjolan pada ban, maka bisa jadi system suspensi mobil anda sedang bermasalah.
  4. Jika terjadi masalah dan mengharuskan anda untuk spooring ataupun balancing, biasanya efek yang paling terasa terletak pada setir. Jika setir terasa tidak nyaman bahkan lebih berat dari biasanya, atau bahkan saat setir dibelokkan setir tidak mau kembali pada posisi semula, maka anda harus segera melakukan spooring dan balancing.
  5. Saat membelokkan mobil, apakah terasa sedikit goncangan. Jika terasa goncangan padahal pada kenyatannya kondisi jalan terlihat bagus, maka bisa dipastikan bahwa ada masalah pada spooring dan balancingnya.
  6. Efek paling parah yang bisa muncul karena tidak adanya penanganan spooring dan balancing adalah hilangnya keseimbangan mobil. Hal ini tentunya bisa sangat berbahaya terlebih saat anda sedang melaju pada kecepatan yang cukup tinggi. 
Nah, setelah tahu maka anda dapat melakukan tindakan yang benar untuk keselamat berkendara. Semoga bermanfaat.
 

Tuesday, January 8, 2013

Tips merawat ban serep agar tetap terjaga

Karena letaknya yang jarang kelihatan oleh mata, ban serep jadi jarang mendapat perhatian. Yang berakibat ketika dibutuhkan ban serep bisa saja gembos. Kondisi tersebut tentu saja akan merepotkan.  Karena itu, periksalah kondisi ban ini secara teratur. Hal ini sering terjadi, ketika ban cadangan dibutuhkan justru tak bisa dipakai. Penyebabnya, pemilik mobil kurang perhatian terhadap ban cadangan. padahal, perawatannya sederhana saja.

Berikut dijelaskan cara merawat ban serep
 
1. Periksa kode produksi. Ban juga ada masa kadaluarsa sama seperti makanan. Dengan mengamati kode produksi, kita bisa tahu ban cadangan ini kadaluarsa atau belum. Kode produksi ada di dinding ban, ditulis empat digit. Dua digit kedua adalah tahun, dua digit pertama adalah minggu. Misalnya, 3011, berarti ban
diproduksi minggu ke-30 pada 2011. Jika usianya lebih dari tiga tahun, sebaiknya ban serep diganti. 
2. Cek fisik
. Rajin-rajinlah memeriksa kondisi ban serep, apalagi yang diletakkan di kolong mobil. Perhatikan apakah ada kebocoran, keretakan dinding. Pengait ban biasanya jmeninggalkan jejak di dinding ban. Karena itu, periksa apakah pengait meninggal luka pada ban atau tidak. 

3. Cek tekanan angin. Paling tidak lakukan sebulan sekali. Karet ban biasanya punya pori-pori yang membuat tekanan angin berkurang. Suhu yang berubah-ubah membuat ban yang terpakai mudah kempes. Berikan tekanan angin lebih tinggi, minimal 3 psi dibandingkan dengan ban yang dipakai.
4. Bersihkan dan beri pelembab. Sama seperti yang dipakai, ban cadangan juga harus dibersihkan dan diberi pelembab, yaitu semir. Manfaat pertama, tahu kondisinya. Manfaat lain, kelenturan ban.
5. Rotasi. Sesekali, tukar ban serep dengan ban yang dipakai. Lakukan secara rutin dengan periode yang  diatur sendiri. Jangan lupa, balancing sehingga tidak menyebabkan setir bergetar ketika digunakan.

Dengan memperhatikan hal-hal diatas, dijamin ban serep anda akan tetap terjaga dan selalu siap bila dibutuhakan.